Pak Iwan pernah mendapati dua orang anak yang salah menulis kata. Kesalahan ini sangat fatal, sebab mempengaruhi artinya. Seperti yang terjadi pada Khalid yang telah menuliskan hobinya “bermain bolu”, padahal sebenarya bermain bola. Juga yang terjadi pada Agung yang menuliskan bahan untuk menyuburkan tanah dengan ”Popok”, padahal sebenarnya pupuk.
Kasus Khalid dan Agung ternyata memiliki kemiripan, mereka belum bisa menuliskan dan hafal huruf-huruf, sehingga terjadi kesalahan menuliskan.
Kamis, 07 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar