Hari kamis ini, Pak Iwan membahas tentang perlunya mencintai pakaian hasil produksi dalam negeri. Seperti biasa, setelah setengah jam memberikan teori-teorinya, Pak Iwan memberikan tugas yang harus dikerjakan oleh murid.
Tugas kamis ini adalah mewarnai pakaian.
Pak Iwan memberikan gambar-gambar orang yang mengenakan macam-macam pakaian, ada pakaian adat, pakaian pengantin barat dan pakaian muslim. Setiap anak bebas menentukan pilihan gambarnya.
Setelah 20 menit berlalu, Pak Iwan menyuruh anak-anak untuk mengumpulkan hasil pewarnaannya. Akan tetapi Pak Iwan menemukan satu gambar pengantin barat yang sudah diwarnai, ternyata gambar pengantin perempuannya diberi kumis,
“Gambar siapa ini?” Tanya Pak Iwan,
“Gambar saya, Pak.” Jawab Agung,
“Gung, kenapa gambar perempuannya diberi kumis dan warnanya kok acak-acakan begini?” Tanya Pak Iwan kembali,
“Biarin, Pak! Itu untuk menjelek-jelekan pakaian buatan barat” jelas Agung tegas.
Selasa, 19 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar