Oleh: Budi Yunelistiyati
Suatu hari, setelah anak-anak masuk kelas dan selesai berdoa. Tiba-tiba Osman salah seorang siswa kelas 5 mengacungkan tangan sambil berkata, “ Bu, saya sudah baligh,”. Kontan saja seisi kelas jadi ramai dan ribut. Jaka yang terkenal tidak bisa diam ikut nyeletuk, “ Bu, kata Osman semalam dia mimpi jadi pengantin. “
Saya menekankan kepada Osman apakah benar apa yang telah diucapkannya. Osman mengangguk pasti.
“ Oke, kalau begitu nanti siang kita bicarakan hal tersebut di ruang guru, “ kataku.
Siangnya setelah makan dengan didampingi Bu Diah AWK 5B, kami berbicara enam mata dengan Osman.
“ Osman, betul kamu sudah baligh?” tanyaku pelan takut terdengar guru lain.
“ Benar Bu, semalam saya mimpi jadi pengantin,” jawab Osman santai.
“ Kalau begitu, coba kamu ceritakan secara detil ke Bu Nelly dan Bu Diah tentang mimpimu semalam, apakah benar mimpimu itu menandakan kamu sudah baligh atau bukan, “ kataku memberondong.
“ Semalam saya bermimpi diajak orang tua saya menghadiri acara pernikahan, kemudian saya bersalaman dengan pengantinnya. Nah, berarti saya sudah baligh ‘kan Bu? “ jawab Osman polos.
Mendengar kata-kata Osman, kami pun tertawa cekikikan. Ah, dasar anak-anak!
Rabu, 21 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar