oleh : Budi Yunelistiyati
Pagi itu, di tahun kedua aku di Salman, tepatnya tanggal 19 Juni 1997 aku berangkat ke Salman Al Farisi dengan perasaan riang dan berbunga-bunga, Hari ini aku ultah, dan itu adalah ultah pertamaku di Salman. Kebiasaan di kelas 6, kelasku sebagai AWK dengan WK Pak Syamsul Qomar (alm), di antara WK/AWK dengan siswa-siswinya pasti ada ucapan dan doa ketika ada yang ultah.
Sesampainya di kelas, aku agak kecewa. Ternyata, anak-anakku menyambut kedatanganku dengan dingin. Ucapan salamku dijawab dengan pelan tanpa semangat , setelah itu mereka pergi seperti menghindar.
“ Wah, ada apa ya?” batinku penuh tanda tanya. “ Kemarin aku berbuat salah apa ya, ke mereka sehingga hari ini mereka cuek begini?.
Sampai menjelang sore mereka tetap saja dingin kepadaku, begitu juga partnerku di kelas. Apa mereka tidak tahu, kalau hari ini aku ultah?
Setelah sholat ashar dan dzikir, siswa kelas 6 yang berjumlah 12 itu langsung menghambur ke arahku. Selamat Ulang Tahun Bu, semoga Ibu makin dekat kepada Allah, makin sabar, makin … mereka terus berceloteh dengan doa-doanya. Tak ketinggalan mereka juga memberikan aku kado kecil berupa buku. Kata Ibu, lebih baik memberi kado itu buku, karena buku lebih berguna, jadi hari ini kami memberi kado Ibu buku. Ada debaran hangat di hatiku mendengar celotehan mereka. Ultah pertamaku di Salman Al Farisi tak ‘kan kulupakan.
Rabu, 21 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar