Kamis, 11 September 2008

BELAJAR DARI LELUCON

di 18.57
Thomas Paine, seorang negarawan Amerika pernah mengatakan, “…dipuji dan ditertawakan itu kerap kali begitu dekat kaitannya hingga sulit dikelompok-kelompokan secara terpisah. Satu langkah saja diatas pujian sudah membuatnya jadi bahan tertawaan. Begitu pula satu langkah diatas yang ditertawakan dapat membuatnya menjadi dipuji lagi.”

Memang kisah jenaka yang sering kita dengar antara Sherlock Holmes dan Watson di bawah ini bisa dibilang sekadar lelucon. Tapi bisa jadi moral ceritanya justru mau menunjukkan apa yang dimaksudkan oleh Thomas Paine di atas.

Masih ingat? Suatu sore Sherlock Holmes dan asisten setianya Watson sedang berkemah di tengah ekspedisinya. Setelah menyelesaikan makan malamnya, kedua orang ini lantas tidur nyenyak di dalam tendanya. Tengah malam tiba-tiba Holmes membangunkan sang asisten, “Watson, bangun! Coba katakana apa yang kau lihat?”
Sambil mengucek-ngucek mata Watson lantas melihat ke atas langit malam, “Aku melihat bermiliar-miliar bintang.”
“Lantas apa arti semua itu?” sergah Holmes.
“Miliaran bintang itu pertanda adanya potensi terbentuknya jutaan planet,” jawab Watson. “Namun waktu kalau berdasarkan posisi bulan, saat ini mendekati pukul 05.00 subuh.”
“Apa lagi?” desak sang bos
“Ah, aku masih ngantuk dan capek. Kalau menurut kamu sendiri, apa arti semua itu?”
Yang ditanya terdiam sejenak. Lalu menjawab, “Watson, Sayang! Artinya ada maling yang mencuri tenda kita!” Terkadang, sekali bahkan lebih, dalam hidup ini kita juga seperti Watson. (Sumber: Intisari, Agustus 2004)

0 komentar:

 

CERITA MENGAJAR Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare